Sleman, 27 Agustus 2026 — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan Sosialisasi dan Implementasi SATRIA (Smart Agility Test and Training with Integration Analysis) dilaksanakan di Aula Sekolah Model Sleman, Kabupaten Sleman, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 84 peserta dan bertujuan memperkenalkan konsep, manfaat, serta penerapan teknologi SATRIA Smart Agility dalam pengukuran dan pengembangan kemampuan kelincahan. Selain sosialisasi, kegiatan juga menjadi momentum untuk melakukan uji coba alat SATRIA di lapangan serta penggunaan aplikasi SATRIA secara massal.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua Pengabdi, Prof. Dr. Abdul Alim, M.Or, bersama tim peneliti dan pengabdi. Kehadiran tim menjadi bagian penting dalam memastikan proses sosialisasi dan implementasi SATRIA berjalan sesuai dengan prosedur yang telah dikembangkan.
Memperkenalkan Teknologi Pengukuran Kelincahan
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep dasar SATRIA, mekanisme pelaksanaan tes, penggunaan perangkat, serta pemanfaatan aplikasi untuk mencatat dan menganalisis hasil pengukuran.
SATRIA dikembangkan sebagai sebuah sistem smart agility yang mengintegrasikan aktivitas gerak dengan teknologi digital. Sistem ini memungkinkan proses pengukuran dilakukan secara lebih terstruktur, cepat, dan terdokumentasi.
Melalui SATRIA, peserta tidak hanya melakukan aktivitas perubahan arah dan kecepatan gerak, tetapi juga dituntut untuk memberikan respons terhadap stimulus dan menentukan target gerakan secara tepat.
Konsep tersebut menjadikan SATRIA memiliki beberapa komponen penting, yaitu reaction, decision making, movement, accuracy, dan time performance.
Uji Coba Alat dan Aplikasi Secara Massal
Salah satu agenda utama kegiatan adalah uji coba alat SATRIA secara langsung di lapangan. Peserta diberikan kesempatan untuk memahami arena, posisi target, prosedur pelaksanaan, serta mekanisme respons terhadap stimulus.
Setelah memahami prosedur, peserta mengikuti simulasi dan uji coba secara bergantian.
Pada saat yang sama, tim juga melakukan implementasi aplikasi SATRIA secara massal. Data hasil pelaksanaan dapat dicatat dan dipantau melalui sistem digital sehingga memberikan gambaran performa peserta secara lebih cepat.
Implementasi ini menjadi bagian penting dalam proses pengembangan SATRIA, khususnya untuk mengetahui kesiapan sistem ketika digunakan oleh peserta dalam jumlah relatif besar.
Dari Tes Menjadi Platform Pengembangan Performa
Kegiatan PKM ini tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan sebuah alat tes, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengembangan SATRIA sebagai platform pengukuran, latihan, dan kompetisi smart agility.
Melalui sistem digital, hasil pelaksanaan dapat dikembangkan menjadi profil performa peserta yang mencakup waktu penyelesaian, kesalahan, split time, serta indikator kemampuan gerak lainnya.
Ke depan, SATRIA diharapkan dapat digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan jasmani, latihan olahraga, talent identification, pengukuran kebugaran, penelitian olahraga, hingga kompetisi agility berbasis teknologi.
Peserta Antusias Mengikuti Implementasi
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penggunaan alat dan aplikasi SATRIA.
Model kegiatan yang menggabungkan sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi digital memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam aktivitas olahraga.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip dasar SATRIA serta memiliki pengalaman dalam menggunakan sistem tersebut secara tepat dan aman.
Menjadi Langkah Awal Pengembangan Kompetisi SATRIA
Pelaksanaan PKM di Sleman juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperluas implementasi SATRIA di masyarakat.
Dengan adanya pengujian langsung pada jumlah peserta yang cukup besar, tim pengembang dapat memperoleh masukan mengenai aspek teknis, operasional, kemudahan penggunaan, serta kesiapan sistem untuk diterapkan pada berbagai kelompok pengguna.
Ke depan, SATRIA diarahkan tidak hanya sebagai Smart Agility Test and Training, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi nomor pertandingan smart agility dengan sistem kompetisi, ranking, dan pencatatan rekor berbasis teknologi.
Dengan demikian, SATRIA memiliki peluang untuk menjadi inovasi olahraga yang mempertemukan ilmu keolahragaan, teknologi digital, pengukuran performa, dan kompetisi dalam satu sistem yang terintegrasi.
Sosialisasi dan implementasi di SD Negeri Sleman menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkenalkan SATRIA kepada masyarakat sekaligus menguji kesiapan teknologi sebelum diterapkan pada skala yang lebih luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar